Tampilkan postingan dengan label magnet bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magnet bumi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

OBSERVATORIUM MAGNET BUMI INDONESIA UNTUK PEMANTAUAN DAN ANTISIPASI TSUNAMI MATAHARI 2013

Oleh : Dimas Salomo

PENDAHULUAN
Kupang Magnetic Observatory
Tsunami matahari merupakan istilah yang mengarah pada perkiraan akan terjadinya badai matahari pada pertengahan 2013 mendatang. Menurut hasil pengamatan sejak tahun 2000, jumlah bintik matahari cenderung menurun hingga mencapai tingkat terendah pada tahun 2009. Saat ini, matahari sedang berada pada awal siklus ke-24. Menurut perhitungan, puncak siklus ini terjadi pada sekitar pertengahan tahun 2013. Bintik matahari diperkirakan akan mencapai jumlah tertinggi. Pada saat itu akan terjadi flare yang sangat besar yang mempengaruhi medan magnet bumi.
Kejadian ini akan menyebabkan gangguan pada sistem komunikasi HF, navigasi, operasional satelit, dan jaringan listrik. Saat ini, perlu dilakukan kajian mengenai dampak badai geomagnet tersebut agar meminimalkan dampak yang ditimbulkannya di Indonesia. Observatorium magnet bumi milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maupun stasiun magnet milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) harus dioptimalkan fungsinya agar bisa memberikan peringatan dini bilamana badai geomagnet diperkirakan akan terjadi.