Selasa, 27 Maret 2012

"Powering Our Future With Weather, Climate, and Water"


"Powering Our Future With Weather, Climate, and Water"
Sebuah Tema untuk Hari Meteorologi Dunia Ke-62 – 23 Maret 2012
OLEH : DIMAS SALOMO

PENDAHULUAN
            Dr. Ir. Sri Woro B. Harijono, M. Sc, Kepala BMKG,  dalam sambutannya menuturkan Memberdayakan Peranan Cuaca, Iklim, dan Air untuk Masa Depan yang lebih baik ,seluruh komunitas dunia diingatkan untuk lebih sadar terhadap kondisi perubahan cuaca, iklim, dan kelautan, hubungan timbal antara manusia dan lingkungan akan mendorong upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.
                Indonesia sebagai anggota WMO mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan informasi iklim pada tingkat nasional, regional, dan global untuk mendukung kesejahteraan pada seluruh sektor iklim, terutama di Indonesia dan pada umumnya di komunitas internasional.
                World Meteorological Organization (WMO) menetapkan tanggal 23 Maret sebagai

Minggu, 26 Februari 2012

PENENTUAN PUSAT GEMPA

Metode-Metode Dalam Penentuan Pusat Gempa (Episenter)

Oleh : Dimas Salomo
Sumber : Buku Seismologi karangan Dr. Gunawan Ibrahim dan Drs. Subardjo, Dipl. Seis. (BMKG-2009)


Kerusakan Bangunan Akibat Gempa
Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam sebagai manifestasi perilaku bumi yang dinamis yang mengubah kenampakan permukaan bumi seperti sekarang ini. Gempa bumi adalah peristiwa pelepasan energi secara tiba-tiba oleh kulit bumi yang patah untuk kembali ke keadaan semula akibat adanya gaya tegangan dan regangan yang sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit bumi. Hal tersebut disebabkan oleh pergerakan lempeng, aktivitas vulkanik, runtuhan dalam kulit bumi, ledakan nuklir, atau yang lainnya. Energi yang terlepas tersebut disebarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik.
            Salah satu motivasi dalam studi gempa bumi adalah kerusakan oleh gempa-gempa besar yang banyak menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan perekonomian. Resiko gempa (risk) terhadap kehidupan manusia dapat dikurangi dengan usaha-usaha mempelajari tentang gempa. Ilmu yang mempelajari tentang gempa yaitu Seismologi. Pengertian Seismologi itu sendiri sebenarnya adalah studi tentang pembangkit, propagasi, dan perekaman gelombang elastik dalam bumi atau dalam benda angkasa lainnya. Pembangkit yang paling besar dan bersifat merusak adalah