OLEH AHMAD ARIF dan BRIGITTA ISWORO LAKSMI
Sumatera
selalu memberi kejutan. Setelah rentetan gempa besar yang diawali pada
26 Desember 2004 di Aceh, mata semua peneliti terpaku pada pergerakan di
zona penunjaman. Gempa Rabu (11/4) lalu telah membuka pemahaman baru
tentang perilaku sistem gempa di Sumatera yang rumit.
Ketika para ahli berkali- kali mengingatkan ancaman gempa di segmen subduksi (megathrust)
Siberut, ternyata gempa muncul di lokasi yang tak terduga. Gempa itu
muncul di lempeng (samudra) Indo-Australia, di luar zona subduksi.
”Di
Sumatera gempa di luar subduksi amat jarang terjadi. Terakhir terjadi
di lokasi itu tahun 2001,” kata Danny Hilman, ahli gempa Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Tampilkan postingan dengan label gempa bumi (earthquake). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gempa bumi (earthquake). Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 September 2012
Kamis, 07 Juni 2012
"TSUNAMI EARTHQUAKE" DI INDONESIA
oleh Gian Ginanjar
Apa itu "Tsunami Earthquake"?
Pada dasarnya kita sudah tahu apa itu earthquake atau gempabumi, dan kita juga sudah paham apa itu tsunami yang umumnya disebakan oleh gempabumi dengan magnitude yang besar dan pada kedalam yang dangkal di laut.
Lalu apakah semua gempa yang mengakibatkan tsunami bisa disebut tsunami earthquake? Apakah gempa aceh 2004 merupakan "tsunami earthquake"? Atau gempa Bengkulu September 2007 yang juga menimbulkan tsunami merupakan "tsunami earthquake"? Ternyata kedua gempa tersebut bukanlah termasuk "tsunami earthquake". Benar kedua gempa tersebut mengakibatkan tsunami, disebabkan oleh magnitude gempa kedua event tersebut memang besar. Untuk gempa Aceh dengan magnitude 9 dan gempa Bengkulu dengan magnitude 8.4, sehingga wajar dengan magnitude yang besar menimbulkan tsunami.
Apa itu "Tsunami Earthquake"?
Pada dasarnya kita sudah tahu apa itu earthquake atau gempabumi, dan kita juga sudah paham apa itu tsunami yang umumnya disebakan oleh gempabumi dengan magnitude yang besar dan pada kedalam yang dangkal di laut.
Lalu apakah semua gempa yang mengakibatkan tsunami bisa disebut tsunami earthquake? Apakah gempa aceh 2004 merupakan "tsunami earthquake"? Atau gempa Bengkulu September 2007 yang juga menimbulkan tsunami merupakan "tsunami earthquake"? Ternyata kedua gempa tersebut bukanlah termasuk "tsunami earthquake". Benar kedua gempa tersebut mengakibatkan tsunami, disebabkan oleh magnitude gempa kedua event tersebut memang besar. Untuk gempa Aceh dengan magnitude 9 dan gempa Bengkulu dengan magnitude 8.4, sehingga wajar dengan magnitude yang besar menimbulkan tsunami.
Jawaban atas pertanyaan (FAQ) seputar Gempa Aceh 2012 (update 25 April 2012)
oleh Irwan Meilano pada 24 April 2012
Jawaban atas pertanyaan (FAQ) seputar Gempa Aceh 2012
updated: 25 April 2012
Oleh : Irwan Meilano dan Zulfakriza
1. Dimanakah Lokasi dari gempa Aceh 2012?
Berdasarkan data yang diberikan oleh USGS yang kami plot pada gambar diatas menjelaskan bahwa kejadian gempa bumi dengan Magnitude 8.5 (MBKG) pada 11 April 2012 tidak terjadi di bidang kontak antara lempeng indo-australia dan lempeng eurasia. Akan tetapi terjadi pada lempeng samudera indo-australia. Pada lokasi yang sama juga pernah terjadi gempa tanggal 10 Januari 2012 dengan kekuatannya 7.4 Mw, jaraknya sekitar 30 Km dari gempa yang terjadi pada 11 April 2012.
2. Mengapa magnitude yang besarnya lebih dari 8 (Mw) tidak memicu gelombang tsunami yang tinggi?
Menjadi menarik untuk dicermati, kenapa tidak memicu gelombang tsunami yang tinggi padahal kekuatan gempanya lebih dari 8Mw. Gempa yang terjadi pada 11 April 2012 secara kekuatan dan kedalamnya dipastikan dapat memicu gelobang tsunami, akan tetapi secara mekanisme kegempaan tidak dapat memicu gelombang tsunami yang tinggi. Secara mekanisme fokus atau dalam bahasa ilmu kegempaan dikenal dengan istilah focal mechanism gempa tanggal 11 April 2012 adalah strike slip atau dalam pengistilahan bahasa indonesia adalah sesar geser. Simbol strike slip seperti yang diperlihatkan pada gambar 1 yaitu bola yang tengahnya ada warna merah dimana simbol tersebut menjelaskan tingkat kompresi dan rengangan yang terjadi dalam bidang sesar sesaat setelah gempa terjadi.
Mekanisme strike slip tidak memicu gelombang tsunami yang besar karena lempeng bergeser secara mendatar sehingga deformasi vertikal pada dasar laut relatif kecil. Hal ini menyebabkan gempa ini tidak mampu memicu gelombang besar.
updated: 25 April 2012
Oleh : Irwan Meilano dan Zulfakriza
![]() |
| Gambar lokasi gempa Aceh 2012 |
Berdasarkan data yang diberikan oleh USGS yang kami plot pada gambar diatas menjelaskan bahwa kejadian gempa bumi dengan Magnitude 8.5 (MBKG) pada 11 April 2012 tidak terjadi di bidang kontak antara lempeng indo-australia dan lempeng eurasia. Akan tetapi terjadi pada lempeng samudera indo-australia. Pada lokasi yang sama juga pernah terjadi gempa tanggal 10 Januari 2012 dengan kekuatannya 7.4 Mw, jaraknya sekitar 30 Km dari gempa yang terjadi pada 11 April 2012.
2. Mengapa magnitude yang besarnya lebih dari 8 (Mw) tidak memicu gelombang tsunami yang tinggi?
Menjadi menarik untuk dicermati, kenapa tidak memicu gelombang tsunami yang tinggi padahal kekuatan gempanya lebih dari 8Mw. Gempa yang terjadi pada 11 April 2012 secara kekuatan dan kedalamnya dipastikan dapat memicu gelobang tsunami, akan tetapi secara mekanisme kegempaan tidak dapat memicu gelombang tsunami yang tinggi. Secara mekanisme fokus atau dalam bahasa ilmu kegempaan dikenal dengan istilah focal mechanism gempa tanggal 11 April 2012 adalah strike slip atau dalam pengistilahan bahasa indonesia adalah sesar geser. Simbol strike slip seperti yang diperlihatkan pada gambar 1 yaitu bola yang tengahnya ada warna merah dimana simbol tersebut menjelaskan tingkat kompresi dan rengangan yang terjadi dalam bidang sesar sesaat setelah gempa terjadi.
Mekanisme strike slip tidak memicu gelombang tsunami yang besar karena lempeng bergeser secara mendatar sehingga deformasi vertikal pada dasar laut relatif kecil. Hal ini menyebabkan gempa ini tidak mampu memicu gelombang besar.
Kamis, 12 April 2012
CATATAN TERKAIT GEMPA 11 APRIL 2012 - Dimas Salomo
1. Tsunami early warning system telah
berfungsi dengan baik.
Sesaat terjadi
gempa, BMKG sudah harus mengeluarkan early warning kurang dari 5 menit. Dalam
waktu yang sangat singkat ini, BMKG harus mengeluarkan informasi gempa dan
peringatan dini tsunami berdasarkan hasil monitoring stasiun seismik yang ada
di Indonesia yang langsung dikirim ke BMKG Pusat di Jakarta dengan jaringan
satelit. Dengan sistem dan jaringan yang ada pada BMKG, parameter-parameter
hasil perhitungan ilmiah BMKG dengan cepat dilaporkan gempa dengan magnitude
8.9 SR tersebut berpotensi tsunami. Warning ini dengan segera
Minggu, 26 Februari 2012
PENENTUAN PUSAT GEMPA
Metode-Metode Dalam Penentuan Pusat Gempa (Episenter)
Oleh : Dimas Salomo
Sumber : Buku Seismologi karangan Dr. Gunawan Ibrahim dan Drs. Subardjo, Dipl. Seis. (BMKG-2009)
| Kerusakan Bangunan Akibat Gempa |
Gempa bumi merupakan suatu
fenomena alam sebagai manifestasi perilaku bumi yang dinamis yang mengubah
kenampakan permukaan bumi seperti sekarang ini. Gempa bumi adalah peristiwa
pelepasan energi secara tiba-tiba oleh kulit bumi yang patah untuk kembali ke
keadaan semula akibat adanya gaya tegangan dan regangan yang sedemikian besar
sehingga melampaui kekuatan kulit bumi. Hal tersebut disebabkan oleh pergerakan
lempeng, aktivitas vulkanik, runtuhan dalam kulit bumi, ledakan nuklir, atau
yang lainnya. Energi yang terlepas tersebut disebarkan ke segala arah dalam
bentuk gelombang seismik.
Salah
satu motivasi dalam studi gempa bumi adalah kerusakan oleh gempa-gempa besar
yang banyak menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan perekonomian. Resiko gempa
(risk) terhadap kehidupan manusia dapat dikurangi dengan usaha-usaha
mempelajari tentang gempa. Ilmu yang mempelajari tentang gempa yaitu
Seismologi. Pengertian Seismologi itu sendiri sebenarnya adalah studi tentang
pembangkit, propagasi, dan perekaman gelombang elastik dalam bumi atau dalam
benda angkasa lainnya. Pembangkit yang paling besar dan bersifat merusak adalah
Langganan:
Postingan (Atom)
