Oleh :
Eko Yulianto Peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Hasil kajian cepat terhadap kinerja sistem peringatan dini tsunami
pada gempa Aceh, 11 April 2012, menunjukkan sistem ini ternyata amat
lemah.
Kajian dilakukan oleh tim gabungan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Badan
Nasional Penanggulangan Bencana; serta Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi
Bencana Universitas Syiah Kuala.
Kegagalan sistem dalam
mengeluarkan peringatan dini bukan hanya karena listrik mati, melainkan
juga karena sistem pendukung yang tak bekerja. Ini masih ditambah dengan
pemahaman masyarakat yang lemah terhadap sistem peringatan dini
sehingga memicu respons tak semestinya.
Tampilkan postingan dengan label indonesia tsunami early warning system (InaTEWS). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia tsunami early warning system (InaTEWS). Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Agustus 2012
Senin, 28 Mei 2012
2022 TSUNAMI : Filmnya BMKG :D
film
2022 TSUNAMI, menceritakan "BMKG" nya Thailand. menariknya film ini
karena menampilkan video-video saat tsunami menerjang wilayah ini 26
Desember 2004 silam. film ini menggambarkan bagaimana pusat peringatan
gempabumi dan tsunami (warning centre) dalam memberikan peringatan dini
untuk evakuasi dan bagaimana jadi nya saat evakuasi dilaksanakan tetapi
tsunami tidak terjadi ?? pentingnya peringatan dini ini ditunjukkan dengan turun tangan langsung dari orang nomor satu di negara itu.
gambaran ttg peringatan dini gempabumi & tsunami bisa mengacaukan
banyak aspek, pariwisata, industri, yang sangat berdampak pada sektor
ekonomi. dan yang paling penting yaitu tekanan politik yang dirasakan
pemimpin negaranya.
banyak hal yang bisa ditangkap dari film ini,
adanya kapal penelitian yang khusus ditempatkan "stand by" memonitor
laut dalam, adanya stasiun bawah laut yang berfungsi mengirim signal
deteksi dini tsunami (mungkin dilengkapi alat sea bottom preassure gauge
dan dart buoy nya serta peralatan lain yang lebih canggih)..
saya
berpikir, apa mungkin bisa diterapkan di Indonesia, membangun sebuah
Indonesia Research Centre for Geoscience di pesisir barat Pulau Sumatera
sebagai pusat monitoring aktifitas tektonik, gempabumi bawah laut dan
pusat penelitian dan antisipasi tsunami?? atau di film ini pun thailand
juga belum memilikinya ? hanya fiksi ilmiah ?
salah satu kelemahan
film ini, menurut saya, terlalu menekankan aspek kesalahan manusia dalam
terjadinya bencana alam. alam balas dendam kah ? semua memang sudah
terjadi secara alami, lempeng2 tektonik bergerak karena adanya energi dr
arus konveksi inti bumi...
Senin, 30 April 2012
Generasi Kedua Sistem Pemantau
Kompas.Com, Sabtu, 14 April 2012
Sistem peringatan dini tsunami Indonesia yang diluncurkan tahun 2008 kini ditingkatkan kemampuannya dengan peranti lunak aplikasi decision support system. Sistem ini selain memberikan informasi gempa bumi berpotensi tsunami, juga ketinggian dan waktu tiba tsunami.
Sistem peringatan dini tsunami, biasa disebut Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), mulai dibangun tahun 2005, pascatsunami besar di Aceh dan Nias, 26 Desember 2004.
Pembangunan jejaring pemantau tsunami itu melibatkan beberapa negara, antara lain, Amerika Serikat, Jerman, dan China. Pemerintah Jerman melalui Pusat Antariksa Jerman (DLR) dan Pusat Riset Kebumian (GFZ) menjadi pendukung utama pemasangan jejaring.
Tahun 2010, Ina TEWS beroperasi penuh. Sistem itu terdiri dari 160 unit seismograf, 500 unit akselerograf, dan 140 unit radio and internet for the communication of hydro-meteorological and climate related information yang dikelola Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata Kepala BMKG Sri Woro B Harijono.
Selain itu, dalam Ina TEWS juga ada 80 stasiun pasang surut dan 50 stasiun global positioning system (GPS) yang dikelola Bakosurtanal (kini Badan Informasi Geospasial/BIG). Ada pula 23 pelampung pemantau tsunami di beberapa lokasi rawan tsunami yang dioperasikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) masuk ke jaringan ini.
Dengan jejaring alat pemantau itu, hasil pantauan gempa yang berpotensi tsunami dapat disampaikan dalam lima menit sejak guncangan utama terekam seismograf. Namun, informasi yang disampaikan hanya sebatas
Sistem peringatan dini tsunami Indonesia yang diluncurkan tahun 2008 kini ditingkatkan kemampuannya dengan peranti lunak aplikasi decision support system. Sistem ini selain memberikan informasi gempa bumi berpotensi tsunami, juga ketinggian dan waktu tiba tsunami.
Sistem peringatan dini tsunami, biasa disebut Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), mulai dibangun tahun 2005, pascatsunami besar di Aceh dan Nias, 26 Desember 2004.
Pembangunan jejaring pemantau tsunami itu melibatkan beberapa negara, antara lain, Amerika Serikat, Jerman, dan China. Pemerintah Jerman melalui Pusat Antariksa Jerman (DLR) dan Pusat Riset Kebumian (GFZ) menjadi pendukung utama pemasangan jejaring.
Tahun 2010, Ina TEWS beroperasi penuh. Sistem itu terdiri dari 160 unit seismograf, 500 unit akselerograf, dan 140 unit radio and internet for the communication of hydro-meteorological and climate related information yang dikelola Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata Kepala BMKG Sri Woro B Harijono.
Selain itu, dalam Ina TEWS juga ada 80 stasiun pasang surut dan 50 stasiun global positioning system (GPS) yang dikelola Bakosurtanal (kini Badan Informasi Geospasial/BIG). Ada pula 23 pelampung pemantau tsunami di beberapa lokasi rawan tsunami yang dioperasikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) masuk ke jaringan ini.
Dengan jejaring alat pemantau itu, hasil pantauan gempa yang berpotensi tsunami dapat disampaikan dalam lima menit sejak guncangan utama terekam seismograf. Namun, informasi yang disampaikan hanya sebatas
Kamis, 12 April 2012
CATATAN TERKAIT GEMPA 11 APRIL 2012 - Dimas Salomo
1. Tsunami early warning system telah
berfungsi dengan baik.
Sesaat terjadi
gempa, BMKG sudah harus mengeluarkan early warning kurang dari 5 menit. Dalam
waktu yang sangat singkat ini, BMKG harus mengeluarkan informasi gempa dan
peringatan dini tsunami berdasarkan hasil monitoring stasiun seismik yang ada
di Indonesia yang langsung dikirim ke BMKG Pusat di Jakarta dengan jaringan
satelit. Dengan sistem dan jaringan yang ada pada BMKG, parameter-parameter
hasil perhitungan ilmiah BMKG dengan cepat dilaporkan gempa dengan magnitude
8.9 SR tersebut berpotensi tsunami. Warning ini dengan segera
Langganan:
Postingan (Atom)
