Minggu, 26 Februari 2012

PENENTUAN PUSAT GEMPA

Metode-Metode Dalam Penentuan Pusat Gempa (Episenter)

Oleh : Dimas Salomo
Sumber : Buku Seismologi karangan Dr. Gunawan Ibrahim dan Drs. Subardjo, Dipl. Seis. (BMKG-2009)


Kerusakan Bangunan Akibat Gempa
Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam sebagai manifestasi perilaku bumi yang dinamis yang mengubah kenampakan permukaan bumi seperti sekarang ini. Gempa bumi adalah peristiwa pelepasan energi secara tiba-tiba oleh kulit bumi yang patah untuk kembali ke keadaan semula akibat adanya gaya tegangan dan regangan yang sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit bumi. Hal tersebut disebabkan oleh pergerakan lempeng, aktivitas vulkanik, runtuhan dalam kulit bumi, ledakan nuklir, atau yang lainnya. Energi yang terlepas tersebut disebarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik.
            Salah satu motivasi dalam studi gempa bumi adalah kerusakan oleh gempa-gempa besar yang banyak menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan perekonomian. Resiko gempa (risk) terhadap kehidupan manusia dapat dikurangi dengan usaha-usaha mempelajari tentang gempa. Ilmu yang mempelajari tentang gempa yaitu Seismologi. Pengertian Seismologi itu sendiri sebenarnya adalah studi tentang pembangkit, propagasi, dan perekaman gelombang elastik dalam bumi atau dalam benda angkasa lainnya. Pembangkit yang paling besar dan bersifat merusak adalah gempa bumi. Jadi Seismologi sering diartikan sederhana sebagai ilmu yang mempelajari gempa bumi.
            Akibat utama gempa bumi adalah hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan kebakaran. Jika sumber gempa bumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang menghantam daratan. Karena itu, ketika terjadi gempa bumi, perlu ditentukan parameter-parameter dari gempa tersebut yaitu : waktu (origin time), pusat gempa (episenter dan hiposenter), kedalaman gempa, kekuatan gempa (magnitude), dan intensitasnya. Tulisan ini secara mendalam akan membahas mengenai bagaimana menentukan pusat gempa.


Ilustrasi penjalaran gelombang dari fokus gempa bumi
Text Box: Gambar 2 : 
Ilustrasi penjalaran gelombang dari fokus gempa bumi            Gempa memancarkan energi seismik berupa gelombang tubuh dan gelombang permukaan. Gelombang tubuh (body wave) terdiri dari gelombang primer (primary/P wave) dan gelombang sekunder (secondary/S wave). Gelombang permukaan (surface wave) terdiri dari gelombang Rayleigh (R wave) dan gelombang Love (L wave). Penentuan pusat gempa dimulai oleh pembacaan seismogram (catatan gelombang seismik) yang mengandung beberapa informasi penting yaitu waktu kedatangan gelombang P, S, L dan R dan rata-rata kecepatannya. Informasi ini yang dapat digunakan untuk menentukan jarak dari stasiun ke pusat gempa. Titik pusat tempat bermulanya gempa bumi di dalam bumi disebut Hiposenter sedangkan proyeksi tegak lurus hiposenter di permukaan bumi disebut Episenter.